Kejuaraan kata ini berarti jenis pengukur kemampuan. Ujian berarti suatu proses untuk mendapatkan siapa yang menjadi juara. Kejuaraan Ujian berarti Proses siapa yang menjadi paling baik kemampuan ilmu pengetahuannya.
Penentuan siapa sang juara prosesnya tidak sederhanan. Ada berbagai pertimbangan dan kepentingan. Jalurnya bermacam-macam. Ada skor-skor yang ditentukan. Ada faktor-faktor yang dipertimbangkan. Ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
Jenis kejuaraan pendidikan tidak hanya satu. Setidaknya dua jenis kejuaraan yang menonjol pertama yaitu kejuaran yang bertitel Ujian Nasional dan kedua yang bertitel Olimpiade Sain. Ujian Nasional media massa mengangkat tokohnya adalah Mendiknas, sedangkan olimpiade sebagian media massa mengangkat seorang tokoh juga.
Jika kita berpikir hal ini seperti kejuaraan tinju, maka untuk ujian berlaku ungkapan: juara ujian nasional, juara olimpiade, juara cerdas cermat, juara kuis, juara kelas, juara kabupaten lomba mata pelajaran. Ungkapan ini disandang bagi yang memenangkan kejuaraan.
Pemenang ujian nasional dan olimpiade di puji sekolah dan Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional.
Mereka pemenang nanti dipakai oleh yang punya kepentingan. Baik kepentingan negatif maupun kepentingan positif.
Salam.
Soal Kimia adalah Rangkaian Warna Warni yang mengungkapkan tentang suatu hal yang berhubungan dengan Kimia, Kehidupan,Seni dan Alam Raya.
BACA DAN DOWNLOAD BUKU
Rabu, 20 Maret 2013
Kamis, 13 September 2012
Penjualan Lagu atau Musik vs Pulsa
Sekarang bulan September 2012. Saat ini sedang banjir lagu dan gerakan penyanyi dalam bentuk file-file komputer. Ada file: mp3, mp4, wav, swf dan sebagainya. File mp3 banyak ditemukan pada lagu-lagu, dimana pada file ini gambar penyanyi tidak bisa ditayangkan. file mp4 bisa menampilkan suara dan gambar sekaligus.
Suatu file bisa di copy, bisa diedit, bisa di pajang di internet, bisa dikirim ketempat yang jauh. Misal produser membuat file lagu di Jakarta, dengan segera file ini bisa pindah ke kota lain. Dan dengan segera file ini bisa dilihat di seluruh dunia.
Pulsa elektronik mempunyai sifat unik. Nominal, kode, area digunakan, area beli pulsa,waktu pembelian masa kadaluwarsa selalu bisa tercatat. Catatan tersebut dapat berupa file-file komputer. Sebagai file komputer, catatan ini bisa tersebar dengan cepat kemanapun. Penjualan juga bisa terjadi dimana-mana. Pembeli juga ada dimana-mana.
Dugaan.
Dengan fakta seperti diatas saya menduga pola penjualan musik atau pola penjualan lagu bisa seperti pola penjualan pulsa elektronik.
Senin, 10 Oktober 2011
Mencari energi positip bangsa.
Energi positip adalah kekuatan yang membuat bangsa positip. Energi ini dapat berupa sesuatu yang dapat dilihat dan diraba,dapat juga suatu yang tidak dapat dilihat dan diraba.
Semangat tinggi untuk bekerja yang mengakibatkan bangsa ini makmur adalah energi positip. Kata makmur berarti positip sebagai lawan dari kata misikin, miskin adalah negatif dari makmur.
Aliran listrik yang stabil adalah energi positip. Aliran Timoristrik stabil mengakibatkan proses produksi lancar. Kata lancar berarti positip sebagai lawan dari kata terhambat.
Bangsa yang positip lebih baik dari bangsa yang negatif.Bangsa positip menuju kemakmuran, menuju produktivitas tinggi, bangsa negatif menuju kemiskinan, bangsa negatif menunjukkan kemalasan atau produktivitas rendah.
Bagaimana menjadikan energi negatif menjadi energi positif. Sebagai berikut satu contoh:
Lepasnya Timor- Timor adalah energi negatif...
Bagaimana mengubahnya menjadi energi positif???
Pikirlah bahwa Inggris pernah kelepasan India.Pikirlah bahwa Inggris tetap jaya sampai abad ini.
Pikirlah bahwa Jerman pernah kelepasan Perancis. Pikirlah bahwa Jerman tetap besar sampai saat ini.
Pikirlah bahwa Bahwa Jepang pernah kelepasan Korea. Pikirlah bahwa Jepang tetap maju sampai saat ini.
Pikirlah bahwa Amerika pernah krisis perang saudara, pikirlah Amerika Serikat sekarang masih ada.
Pikirlah Belanda. Betapa sakitnnya mereka meninggalkan Indonesia.Tetapi Belanda tetap ada sekarang.
Ini bisa disimpulkan lepasnya Timtim tidak memburukkan bangsa.
Rabu, 07 September 2011
Menghilangkan bayangan ketakutan para penduduk tidak beruntung Indonesia.
Penduduk tidak beruntung Indonesia ialah setiap orang yang memiliki KTP tetapi bukan PNS atau setiap orang yang memiliki KTP tetapi tidak merupakan karyawan perusahaan mapan atau usahawan yang memiliki KTP tetapi usahanya belum mempunyai keuntungan yang mencukupi kebutuhan hidupnya.
Bayangan ketakutan adalah khayalan tentang ketakutan yang diakibatkan sesuatu yang menimpa diri.Menakutkan karena jika menimpa diri dan keluarga akan menyita waktu, tenaga dan biaya. Waktu, tenaga dan biaya yang seharusnya dialokasikan kepada hal-hal yang menambah-nambah kekayaan kehidupan berubah alokasi kepada mempertahankan kehidupan.Mempertahankan kehidupan perlu, sama perlunya mempertahankan percepatan penambahan kekayaan hidup.
Mempertahankan kehidupan berhubungan dengan kemanusiaan. Dimana manusia harus memelihara kelangsungan hidupnya dan hidup orang lain.Mempertahankan percepatan penambahan kekayaan hidup penting juga karena untuk mengimbangai kebutuhan hidup yang juga mempunyai percepatan.
Hal yang menakutkan itu adalah jika penduduk tidak beruntung jatuh sakit. Bayangkan dia harus membagi waktu dan tenaga, antara tenaga dan waktu untuk mencari nafkah dengan tenaga dan waktu untuk merawat orang sakit. Dia harus membagi dana antara dana untuk modal usaha dengan dana untuk berobat.Dia harus membagi dana antara dana untuk biaya hidupnya dengan dana untuk biaya berobat.
Siapakah yang sanggup menghilangkan ketakutan ini kecuali kebersamaan. Kebersamaan sebesar keluarga kadang tidak juga mampu menuntaskan ketakutan yang besar. Kebersamaan sebesar perusahaan asuransi mungkinkah bisa. Kebersamaan sebesar negara mungkinkah bisa. Saya harap bisa.
Selasa, 16 Agustus 2011
Rabu, 16 Februari 2011
Rocket Fuel In Drinking Water Gets Regulated
Perchlorate, a main component in making explosives, fireworks, air bags and rocket fuel, is contaminating our water and food supply due to improper disposal at rocket-testing sites, military bases and chemical plants. Known to cause development delays and low IQ levels when exposed to young children, the U.S. Environmental Protection Agency (EPA) found “unsafe levels” to be in the drinking water of 17 million people. Independent researchers estimate the number to be closer to the 20-40 million range. In a 2006 study, the FDA found the toxin hiding in over half of the food samples they analyzed, including fruits, vegetables and infant formulas.
This month, the EPA announced its plan to begin immediately forming regulation standards for the chemical over the next two years. This comes after many years of heavy opposition to regulation from the Pentagon and Defense Department, whose military bases and rocket test sites are the causes of the contamination. Cleanup of such sites would cost them millions of dollars. The Perchlorate Information Bureau, an industry-supported group, has argued that there is “no research” to support health claims regarding perchlorate.
These groups “have distorted the science to such an extent that they can justify not regulating [the chemical]. Infants and children will continue to be damaged, and that damage is significant,” said Robert Zoeller, a professor at the University of Massachusetts who specializes in thyroid hormone and brain development.
The EPA’s regulation will implement new clean-water technologies to treat perchlorate-contaminated groundwater, pioneered by the award-winning engineering firm Solutions-IES.
“(C)lean and safe water is not a luxury or a privilege, it is a right of all Americans,” said EPA Administrator Lisa Jackson in statements to U.S. lawmakers. California legislators, the state with the most affected water supplies, celebrated the victory. “I will do everything I can to make sure this new protection moves forward,” said Senator Barbara Boxer.
Sources: EPA; Natural Resources Defense Council on www.emagazine.com/daily-news
This month, the EPA announced its plan to begin immediately forming regulation standards for the chemical over the next two years. This comes after many years of heavy opposition to regulation from the Pentagon and Defense Department, whose military bases and rocket test sites are the causes of the contamination. Cleanup of such sites would cost them millions of dollars. The Perchlorate Information Bureau, an industry-supported group, has argued that there is “no research” to support health claims regarding perchlorate.
These groups “have distorted the science to such an extent that they can justify not regulating [the chemical]. Infants and children will continue to be damaged, and that damage is significant,” said Robert Zoeller, a professor at the University of Massachusetts who specializes in thyroid hormone and brain development.
The EPA’s regulation will implement new clean-water technologies to treat perchlorate-contaminated groundwater, pioneered by the award-winning engineering firm Solutions-IES.
“(C)lean and safe water is not a luxury or a privilege, it is a right of all Americans,” said EPA Administrator Lisa Jackson in statements to U.S. lawmakers. California legislators, the state with the most affected water supplies, celebrated the victory. “I will do everything I can to make sure this new protection moves forward,” said Senator Barbara Boxer.
Sources: EPA; Natural Resources Defense Council on www.emagazine.com/daily-news
Senin, 14 Februari 2011
Carbon Nanotube-Based Integrated Circuits Manufactured on Plastic Substrates
Successful Operation of Carbon Nanotube-Based Integrated Circuits Manufactured on Plastic Substrates
ScienceDaily (Feb. 9, 2011) — As part of NEDO's Industrial Technology Research Grant Japan-Finland collaborative project, Professors Yutaka Ohno from Nagoya University in Japan and Esko I. Kauppinen from Aalto University in Finland along with their colleagues have developed a simple and fast process to manufacture high-quality carbon nanotube-based thin film transistors (TFT) on a plastic substrate.
They used this technology to manufacture the world's first sequential logic circuits using carbon nanotubes. The technology could lead to the development of high-speed, roll-to-roll manufacturing processes to manufacture low-cost flexible devices such as electronic paper in the future.
The results were published on Feb. 6, 2011 in the online edition of the journal Nature Nanotechnology.
Background
Lightweight and flexible devices such as mobile phones and electronic paper are gaining attention for their roles in achieving a smarter ubiquitous information society. For flexible electronics, as a substitute for conventional solid silicon substrates, there is a demand for integrated circuits to be manufactured on a plastic substrate with high speed and low cost .
Thus far, flexible thin-film transistors (TFT) have been produced using a variety of semiconductor materials such as silicon and zinc-oxide, which require vacuum deposition, high-temperature curing, and complex transfer processes. In recent years, organic semiconductors have been rapidly developing, however such semiconductors still have low-mobility and there are problems with their chemical stability. Recently, carbon nanotube thin films have been attracting attention due to their chemical stability and high-mobility. However, although simple solution processes have been developed to produce TFTs, such TFTs have not been yet fulfilled capability expectations thus far, due to the deterioration of the conduction properties of carbon nanotube thin films through the dispersion process in the solution.
Results
(1) Easy and fast thin film deposition: Gas phase filtration and transfer processes
In conventional solution processes, soot-like carbon nanotube material is first dispersed in liquid via sonication to purify the materials and to separate the tubes from each other. In such processes, it is difficult to form homogeneous carbon nanotube films. In addition, technology has not yet been developed to completely remove the dispersant. In contrast, using our innovative technology, we continuously grow nanotubes in an atmospheric pressure chemical-vapor deposition process. The nanotubes are then collected on the filter and subsequently transferred onto a polymer substrate using simple gas-phase filtration and transfer processes to achieve clean, uniform carbon nanotube films. It takes only a few seconds to deposit the carbon nanotubes. This process may be adaptable to high-speed roll-to-roll manufacturing systems in the near future.
(2) Carbon nanotube TFTs with high-mobility of 35 cm2/Vs and an on/off ratio of 6´106
In conventional solution-based carbon nanotube TFT manufacturing processes, nanotubes are dispersed using powerful ultrasound which cuts the nanotubes and reduces their length. Due to high contact resistance between these short nanotubes and the residual impurities caused by the dispersion process, the resulting TFT mobility was approximately 1 cm2/Vs. Due to the doping effect caused by residual impurities from the dispersion, the on/off ratio was only between about 104~105. When carbon nanotube thin films are manufactured using the above gas-phase filtration and transfer processes, the tubes in the film are as clean and long as those that are grown in the synthesis processes. Accordingly, TFTs with a high mobility of 35 cm2/Vs were achieved. In addition, due to precision control of the nanotube density, an on/off ratio of 6x106 was simultaneously achieved. The TFT performance we have achieved is significantly higher than the performance of organic semiconductor TFTs and carbon nanotube TFTs reported so far, and equal to the performance of low-temperature polycrystalline silicon as well as zinc oxide TFTs, which are manufactured using high-temperature processes and vacuum-based processes.
(3) Successful operation of integrated circuits on transparent and flexible plastic substrates
The gas-phase filtration and transfer processes can be applied to manufacture devices on any substrate material. This time, we integrated the high-performance carbon nanotube TFTs on plastic substrates, and achieved successful operations of ring oscillators and flip-flops. High-speed operations have been achieved with a delay time of 12 microseconds per logic gate. The flip-flops that have been manufactured through these processes are the world's first carbon nanotube-based synchronous sequential logic circuits.
Taken from: http://www.sciencedaily.com/releases/2011/02/110208091557.htm
ScienceDaily (Feb. 9, 2011) — As part of NEDO's Industrial Technology Research Grant Japan-Finland collaborative project, Professors Yutaka Ohno from Nagoya University in Japan and Esko I. Kauppinen from Aalto University in Finland along with their colleagues have developed a simple and fast process to manufacture high-quality carbon nanotube-based thin film transistors (TFT) on a plastic substrate.
They used this technology to manufacture the world's first sequential logic circuits using carbon nanotubes. The technology could lead to the development of high-speed, roll-to-roll manufacturing processes to manufacture low-cost flexible devices such as electronic paper in the future.
The results were published on Feb. 6, 2011 in the online edition of the journal Nature Nanotechnology.
Background
Lightweight and flexible devices such as mobile phones and electronic paper are gaining attention for their roles in achieving a smarter ubiquitous information society. For flexible electronics, as a substitute for conventional solid silicon substrates, there is a demand for integrated circuits to be manufactured on a plastic substrate with high speed and low cost .
Thus far, flexible thin-film transistors (TFT) have been produced using a variety of semiconductor materials such as silicon and zinc-oxide, which require vacuum deposition, high-temperature curing, and complex transfer processes. In recent years, organic semiconductors have been rapidly developing, however such semiconductors still have low-mobility and there are problems with their chemical stability. Recently, carbon nanotube thin films have been attracting attention due to their chemical stability and high-mobility. However, although simple solution processes have been developed to produce TFTs, such TFTs have not been yet fulfilled capability expectations thus far, due to the deterioration of the conduction properties of carbon nanotube thin films through the dispersion process in the solution.
Results
(1) Easy and fast thin film deposition: Gas phase filtration and transfer processes
In conventional solution processes, soot-like carbon nanotube material is first dispersed in liquid via sonication to purify the materials and to separate the tubes from each other. In such processes, it is difficult to form homogeneous carbon nanotube films. In addition, technology has not yet been developed to completely remove the dispersant. In contrast, using our innovative technology, we continuously grow nanotubes in an atmospheric pressure chemical-vapor deposition process. The nanotubes are then collected on the filter and subsequently transferred onto a polymer substrate using simple gas-phase filtration and transfer processes to achieve clean, uniform carbon nanotube films. It takes only a few seconds to deposit the carbon nanotubes. This process may be adaptable to high-speed roll-to-roll manufacturing systems in the near future.
(2) Carbon nanotube TFTs with high-mobility of 35 cm2/Vs and an on/off ratio of 6´106
In conventional solution-based carbon nanotube TFT manufacturing processes, nanotubes are dispersed using powerful ultrasound which cuts the nanotubes and reduces their length. Due to high contact resistance between these short nanotubes and the residual impurities caused by the dispersion process, the resulting TFT mobility was approximately 1 cm2/Vs. Due to the doping effect caused by residual impurities from the dispersion, the on/off ratio was only between about 104~105. When carbon nanotube thin films are manufactured using the above gas-phase filtration and transfer processes, the tubes in the film are as clean and long as those that are grown in the synthesis processes. Accordingly, TFTs with a high mobility of 35 cm2/Vs were achieved. In addition, due to precision control of the nanotube density, an on/off ratio of 6x106 was simultaneously achieved. The TFT performance we have achieved is significantly higher than the performance of organic semiconductor TFTs and carbon nanotube TFTs reported so far, and equal to the performance of low-temperature polycrystalline silicon as well as zinc oxide TFTs, which are manufactured using high-temperature processes and vacuum-based processes.
(3) Successful operation of integrated circuits on transparent and flexible plastic substrates
The gas-phase filtration and transfer processes can be applied to manufacture devices on any substrate material. This time, we integrated the high-performance carbon nanotube TFTs on plastic substrates, and achieved successful operations of ring oscillators and flip-flops. High-speed operations have been achieved with a delay time of 12 microseconds per logic gate. The flip-flops that have been manufactured through these processes are the world's first carbon nanotube-based synchronous sequential logic circuits.
Taken from: http://www.sciencedaily.com/releases/2011/02/110208091557.htm
Pembuatan Gas Hidrogen
Cara Industri
Elektrolisis air yang sedikit diasamkan
2H2O (l) → 2H2 (g) + O2 (g)
Cara Laboratorium
Logam (golongan IA/IIA) + air
Contoh:
2K(s) + 2H2O(l) → 2KOH (aq) + H2 (g)
Ca (s) + 2H2O (l) → Ca(OH)2 (aq) + H2 (g)
Cara Industri
3Fe(pijar) + 4H2O → Fe3O42(g) (s) + 4H
Cara Laboratorium
Contoh:
Logam dengan Eok o > O + asam kuat encer
Zn (s) + 2HCl (aq) → ZnCl2 (aq) + H2 (g)
Mg (s) + 2 HCl (aq) → MgCl2 (aq) + H2(g)
Cara Industri
2C(pijar) + 2H2O (g) → 2H2 (g) + 2CO (g)
Cara Laboratorium
Logam amfoter + basa kuat
Contoh:
Zn (s) + NaOH(aq) → Na2ZnO2 (aq) + H2(g)
2Al (s) + 6NaOH (aq) → 2Na3AlO3 (aq) + 3H2(g)
Dipetik dari : www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-3/pembuatan-gas-hidrogen/
Elektrolisis air yang sedikit diasamkan
2H2O (l) → 2H2 (g) + O2 (g)
Cara Laboratorium
Logam (golongan IA/IIA) + air
Contoh:
2K(s) + 2H2O(l) → 2KOH (aq) + H2 (g)
Ca (s) + 2H2O (l) → Ca(OH)2 (aq) + H2 (g)
Cara Industri
3Fe(pijar) + 4H2O → Fe3O42(g) (s) + 4H
Cara Laboratorium
Contoh:
Logam dengan Eok o > O + asam kuat encer
Zn (s) + 2HCl (aq) → ZnCl2 (aq) + H2 (g)
Mg (s) + 2 HCl (aq) → MgCl2 (aq) + H2(g)
Cara Industri
2C(pijar) + 2H2O (g) → 2H2 (g) + 2CO (g)
Cara Laboratorium
Logam amfoter + basa kuat
Contoh:
Zn (s) + NaOH(aq) → Na2ZnO2 (aq) + H2(g)
2Al (s) + 6NaOH (aq) → 2Na3AlO3 (aq) + 3H2(g)
Dipetik dari : www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-3/pembuatan-gas-hidrogen/
Asal Kata Kimia atau Chemistry
Satu Hasil penelusuran Google:
Kimia (dari bahasa Arab كيمياء "seni transformasi" dan bahasa Yunani χημεία khemeia "alkimia") adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat ...
Pengantar - Sejarah - Cabang ilmu kimia - Konsep dasar
id.wikipedia.org/wiki/Kimia
Kimia (dari bahasa Arab كيمياء "seni transformasi" dan bahasa Yunani χημεία khemeia "alkimia") adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat ...
Pengantar - Sejarah - Cabang ilmu kimia - Konsep dasar
id.wikipedia.org/wiki/Kimia
Minggu, 13 Februari 2011
Juara Ujian secara Nasional
Juara kata ini berarti orang yang paling baik. Ujian berarti suatu proses untuk mendapatkan siapa yang menjadi juara. Juara Ujian berarti siapa yang menjadi paling baik kemampuan ilmu pengetahuannya pada suatu saat ada proses ujian.
Penentuan siapa sang juara prosesnya tidak sederhana. Ada berbagai pertimbangan dan kepentingan. Jalurnya bermacam-macam. Ada skor-skor yang ditentukan. Ada faktor-faktor yang dipertimbangkan. Ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
Proses ujian pada pendidikan tidak hanya satu. Setidaknya dua jenis kejuaraan yang menonjol pertama yaitu kejuaran yang bertitel Ujian Nasional dan kedua yang bertitel Olimpiade Sain. Ujian Nasional media massa mengangkat tokohnya adalah Mendiknas, sedangkan olimpiade sebagian media massa mengangkat seorang tokoh juga.
Jika kita berpikir kejuaraan di pendidikan seperti kejuaraan tinju, maka untuk ujian berlaku ungkapan: juara ujian nasional, juara olimpiade, juara cerdas cermat, juara kuis, juara kelas, juara kabupaten lomba mata pelajaran. Ungkapan ini disandang bagi yang memenangkan kejuaraan.
Pemenang ujian nasional dan olimpiade di puji sekolah dan Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Pemenang ujian semester pun demikian. Mendapat pujian dari Bapak atau Ibu Guru.
Mereka pemenang selain dipuji juga nanti dipakai oleh yang punya kepentingan. Baik kepentingan negatif maupun kepentingan positif.Nanti.
Salam.
Penentuan siapa sang juara prosesnya tidak sederhana. Ada berbagai pertimbangan dan kepentingan. Jalurnya bermacam-macam. Ada skor-skor yang ditentukan. Ada faktor-faktor yang dipertimbangkan. Ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
Proses ujian pada pendidikan tidak hanya satu. Setidaknya dua jenis kejuaraan yang menonjol pertama yaitu kejuaran yang bertitel Ujian Nasional dan kedua yang bertitel Olimpiade Sain. Ujian Nasional media massa mengangkat tokohnya adalah Mendiknas, sedangkan olimpiade sebagian media massa mengangkat seorang tokoh juga.
Jika kita berpikir kejuaraan di pendidikan seperti kejuaraan tinju, maka untuk ujian berlaku ungkapan: juara ujian nasional, juara olimpiade, juara cerdas cermat, juara kuis, juara kelas, juara kabupaten lomba mata pelajaran. Ungkapan ini disandang bagi yang memenangkan kejuaraan.
Pemenang ujian nasional dan olimpiade di puji sekolah dan Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Pemenang ujian semester pun demikian. Mendapat pujian dari Bapak atau Ibu Guru.
Mereka pemenang selain dipuji juga nanti dipakai oleh yang punya kepentingan. Baik kepentingan negatif maupun kepentingan positif.Nanti.
Salam.
Jumat, 10 Desember 2010
Molekul
Apakah yang dimaksud dengan molekul? Molekul adalah bagian terkecil dan tidak terpecah dari suatu senyawa kimia murni yang masih mempertahankan sifat kimia dan fisika yang unik. Suatu molekul terdiri dari dua atau lebih atom yang terikat satu sama lain. Sebagai contoh, molekul air merupakan kombinasi dari 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen.
Suatu molekul dituliskan dalam rumus kimia. Rumus kimia suatu molekul tersebut menunjukkan banyak jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul tersebut.
Molekul dan Rumus Kimianya:
a. Molekul Unsur
Oksigen terbentuk dari dua atom yang sama, yaitu oksigen. Rumus kimia oksigen adalah O2. Molekul yang terbentuk dari satu jenis atom dinamakan molekul unsur. Contoh molekul unsur lainnya adalah Cl2, I2, Br2, dan P4.
b. Molekul Senyawa
Molekul yang tersusun atas lebih dari satu jenis atom dinamakan molekul senyawa. Contoh molekul senyawa, yaitu air yang mempunyai rumus kimia H2O. Air tersusun atas dua atom H dan satu atom O.
Molekul senyawa dan rumus kimianya
Molekul unsur dan molekul senyawa dapat dibedakan berdasarkan jumlah jenis atom penyusunnya. Perbedaan ini dapat kamu lihat pada molekul unsur H2 dan molekul senyawa H2O.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berinteraksi dengan molekul unsur dan molekul senyawa. Contohnya ketika bernapas, kita menghirup molekul unsur oksigen (O2) dan melepaskan molekul senyawa karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) dalam bentuk uap air.
Diambil dari www.g-excess.com
Suatu molekul dituliskan dalam rumus kimia. Rumus kimia suatu molekul tersebut menunjukkan banyak jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul tersebut.
Molekul dan Rumus Kimianya:
a. Molekul Unsur
Oksigen terbentuk dari dua atom yang sama, yaitu oksigen. Rumus kimia oksigen adalah O2. Molekul yang terbentuk dari satu jenis atom dinamakan molekul unsur. Contoh molekul unsur lainnya adalah Cl2, I2, Br2, dan P4.
b. Molekul Senyawa
Molekul yang tersusun atas lebih dari satu jenis atom dinamakan molekul senyawa. Contoh molekul senyawa, yaitu air yang mempunyai rumus kimia H2O. Air tersusun atas dua atom H dan satu atom O.
Molekul senyawa dan rumus kimianya
Molekul unsur dan molekul senyawa dapat dibedakan berdasarkan jumlah jenis atom penyusunnya. Perbedaan ini dapat kamu lihat pada molekul unsur H2 dan molekul senyawa H2O.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berinteraksi dengan molekul unsur dan molekul senyawa. Contohnya ketika bernapas, kita menghirup molekul unsur oksigen (O2) dan melepaskan molekul senyawa karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) dalam bentuk uap air.
Diambil dari www.g-excess.com
Jamu Obat Tradisional
Diambil dari www.tempo.co.id
Pendahuluan
Penjaja jamu gendong jumlahnya semakin tinggi dari tahun ke tahun. Data di Departemen Kesehatan RI menunjukkan peningkatan tersebut, yaitu 13.128 pada 1989, menjadi 25.077 pada 1995. Demikian pula angka untuk Jawa Timur yang menunjukkan jumlah 3.306 pada 1995, yaitu menduduki urutan jumlah terbanyak ketiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Angka tersebut diyakini masih belum mencakup jumlah keseluruhan penjaja jamu gendong mengingat mobilitas mereka yang sangat tinggi.
Melihat jumlah yang terus meningkat tersebut, dapat diperkirakan bahwa pemanfaatan jamu gendong masih tinggi. Masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. Pembelian jamu gendong biasanya berdasar kebiasaan turun-menurun. Secara umum, sudah diketahui manfaat jamu gendong, namun secara tertulis belum banyak yang mengidentifisir khasiat dan manfaat dari sudut pandang penjaja. Di samping itu, diperkirakan resep jamu gendong bervariasi sedangkan pencatatan atau dokumentasi tentang resep jamu gendong tidak banyak dilakukan sehingga sulit diperoleh gambaran secara pasti.
Untuk menjawab ketidaklengkapan informasi tertulis tersebut maka dilakukan suatu penelitian yang mengidentifikasi cara pengolahan, khasiat, dan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan jamu gendong. Dengan temuan tersebut diharapkan akan memperkaya pengetahuan tentang jamu gendong sebagai salah satu upaya pelestarian pengobatan tradisional khas Indonesia. Di samping itu, pemanfaatan jamu gendong lebih banyak sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan yang sangat sesuai dengan paradigma sehat sehingga pengetahuan tentang jamu gendong menjadi penting.
Bahan dan Cara
Penelitian ini dilakukan pada 1998 di wilayah Kotamadya Surabaya dengan mengambil sampel 20 penjaja jamu gendong yang tersebar di 5 wilayah kerja Puskesmas. Pemilihan daerah didasarkan pada lokasi yang banyak berdomisili penjaja jamu gendong. Terpilih wilayah kerja Puskesmas Kalirungkut, Tembok Dukuh, Krembangan, Tambaksari, dan Jagir. Dipilih wanita penjaja jamu gendong yang mengolah sendiri jamu yang dijajakan serta telah berprofesi sebagai penjaja jamu minimal 2 tahun. Dilakukan wawancara untuk mengetahui pendapat mereka tentang khasiat jamu gendong selain mengetahui cara pengolahan jamu dan bahan baku yang dipakai. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap pembuatan jamu gendong di tempat tinggal mereka.
Hasil Penelitian
Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Kunir Asam
Jamu Kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Sinom
Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.
Jamu Cabe Puyang
Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Pahitan
Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.
Khusus untuk jamu pahitan, ternyata tidak semua pembuat jamu mampu meracik sendiri bahan-bahannya. Enam orang mengatakan membeli racikan jamu pahitan dan pada umumnya dibeli di tempat asalnya, yaitu dari peracik jamu di Solo. Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.
Jamu Kunci Suruh
Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.
Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Kudu Laos
Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan. Bahan baku jamu kudu laos adalah buah mengkudu masak ditambah rimpang laos dan biasanya ditambahkan buah asam masak (asam kawak). Sedangkan bahan tambahan lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah merica, bawang putih, kedawung, jeruk nipis, bahkan ada yang menambahkan tape singkong. Sebagai pemanis digunakan gula merah dan gula putih, ditambahkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Uyup-uyup/Gepyokan
Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.
Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.
Pembahasan
Dalam pembuatan jamu gendong, tampaknya tidak ada perbedaan bahan baku pokok untuk setiap jenis jamu. Hal ini dapat terjadi mungkin karena pengetahuan resep jamu gendong yang mereka peroleh dari sumber yang berasal dari satu daerah yang sama. Cara perolehan pengetahuan dengan cara magang di pembuat jamu, yaitu dengan melihat atau membantu pekerjaan mereka membuat komposisi resep. Resep yang dibuat tidak sama antar pembuat jamu. Ketidaksamaan dimungkinkan karena cara mereka membuat jamu tanpa takaran standar, hanya dengan perkiraan sehingga terjadi perbedaan dalam setiap pembuatan jamu. Di samping itu, kadar kandungan zat berkhasiat yang berbeda-beda untuk setiap kali pembelian bahan baku akan mempengaruhi pula hasil olahan jamu.
Dalam penggunaan bahan baku sebagai bahan pokok tampaknya sesuai dengan khasiat yang dikenal. Seperti: kudu laos menggunakan buah kudu yang mempunyai khasiat sebagai penurun tekanan darah tinggi, beras kencur memberikan tambahan vitamin B dan kencur yang bermanfaat sebagai analgesik. Bahan-bahan yang digunakan berkhasiat antara lain untuk memperbaiki pencernaan makanan sehingga meningkatkan nafsu makan (temulawak, kunyit) serta menghilangkan nyeri dan pegal (jahe, kencur,puyang). Sedangkan daun-daunan yang digunakan seperti katuk, bermanfaat untuk meningkatkan air susu ibu. Manfaat dari tanaman obat tersebut memang dibutuhkan oleh ibu yang menyusui, yang biasanya dalam keadaan cukup letih dan lelah karena harus mengasuh bayinya. Namun, beberapa penjual memberikan tambahan bahan jamu yang khasiatnya tidak sesuai dengan nama jamu, misalnya menambahkan adas, buah kudu, pulosari dalam jamu cabe puyang, kencur dalam jamu kunci suruh, dll.
Pengolahan jamu secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama dengan merebus seluruh bahan dan kedua dengan cara mengambil/memeras sari yang terkandung dalam jamu, kemudian dituangkan ke dalam air matang. Cara-cara tersebut dilakukan mengikuti cara yang dilakukan pendahulunya yang dilakukan secara sederhana dan tradisional. Perbedaan yang ada kemungkinan hanya pada peralatan yang digunakan. Misalnya, dahulu lebih banyak menggunakan pipisan batu sekarang lebih disukai dengan ditumbuk bahkan ada yang menggunakan alat listrik (blender). Alat untuk merebus dahulu banyak menggunakan 'kendil' yang terbuat dari tanah liat kini berganti dengan panci email.
Di samping bahan pokok, terdapat variasi bahan baku yang merupakan bahan tambahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna, rasa, maupun khasiat. Variasi ini memberikan perbedaan rasa dan khasiat jamu yang menjadi andalan dari masing-masing pembuat jamu. Upaya tersebut mereka lakukan untuk memenuhi selera konsumen berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari dalam menjajakan jamu.
Sebagai pemanis rasa jamu, pada umumnya digunakan gula merah dan atau gula pasir, tetapi ada pula yang menambahkan gula obat (saccharin). Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan untuk menekan harga mengingat cukup mahalnya harga gula sedangkan untuk menaikkan harga jual jamu akan mempengaruhi kemampuan beli konsumen atau adanya keinginan dari pembuat jamu gendong agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Hasil penelitian menunjukkan tidak banyak perbedaan pengetahuan pada pembuat jamu tentang manfaat dari setiap jenis jamu. Hal ini menunjukkan keseragaman pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang berasal dari daerah yang sama, ditambah lagi rata-rata mereka hanya mendapat pengetahuan secara lisan tanpa berusaha untuk menambah pengetahuan dari sumber lain.
Kesimpulan dan Saran
Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa:
Pendahuluan
Penjaja jamu gendong jumlahnya semakin tinggi dari tahun ke tahun. Data di Departemen Kesehatan RI menunjukkan peningkatan tersebut, yaitu 13.128 pada 1989, menjadi 25.077 pada 1995. Demikian pula angka untuk Jawa Timur yang menunjukkan jumlah 3.306 pada 1995, yaitu menduduki urutan jumlah terbanyak ketiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Angka tersebut diyakini masih belum mencakup jumlah keseluruhan penjaja jamu gendong mengingat mobilitas mereka yang sangat tinggi.
Melihat jumlah yang terus meningkat tersebut, dapat diperkirakan bahwa pemanfaatan jamu gendong masih tinggi. Masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. Pembelian jamu gendong biasanya berdasar kebiasaan turun-menurun. Secara umum, sudah diketahui manfaat jamu gendong, namun secara tertulis belum banyak yang mengidentifisir khasiat dan manfaat dari sudut pandang penjaja. Di samping itu, diperkirakan resep jamu gendong bervariasi sedangkan pencatatan atau dokumentasi tentang resep jamu gendong tidak banyak dilakukan sehingga sulit diperoleh gambaran secara pasti.
Untuk menjawab ketidaklengkapan informasi tertulis tersebut maka dilakukan suatu penelitian yang mengidentifikasi cara pengolahan, khasiat, dan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan jamu gendong. Dengan temuan tersebut diharapkan akan memperkaya pengetahuan tentang jamu gendong sebagai salah satu upaya pelestarian pengobatan tradisional khas Indonesia. Di samping itu, pemanfaatan jamu gendong lebih banyak sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan yang sangat sesuai dengan paradigma sehat sehingga pengetahuan tentang jamu gendong menjadi penting.
Bahan dan Cara
Penelitian ini dilakukan pada 1998 di wilayah Kotamadya Surabaya dengan mengambil sampel 20 penjaja jamu gendong yang tersebar di 5 wilayah kerja Puskesmas. Pemilihan daerah didasarkan pada lokasi yang banyak berdomisili penjaja jamu gendong. Terpilih wilayah kerja Puskesmas Kalirungkut, Tembok Dukuh, Krembangan, Tambaksari, dan Jagir. Dipilih wanita penjaja jamu gendong yang mengolah sendiri jamu yang dijajakan serta telah berprofesi sebagai penjaja jamu minimal 2 tahun. Dilakukan wawancara untuk mengetahui pendapat mereka tentang khasiat jamu gendong selain mengetahui cara pengolahan jamu dan bahan baku yang dipakai. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap pembuatan jamu gendong di tempat tinggal mereka.
Hasil Penelitian
- Jenis Jamu yang Dijual Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataan, diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang dijual oleh responden dalam penelitian ini ada delapan, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom.
Dari data yang diperoleh, ternyata hampir semua penjual jamu menyediakan seluruh jenis jamu ini meskipun jumlah yang dibawa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Masing-masing jenis jamu disajikan untuk diminum tunggal atau dicampur satu jenis jamu dengan jenis yang lain. Beberapa di antara responden, selain menyediakan jamu gendong juga menyediakan jamu serbuk atau pil hasil produksi industri jamu. Jamu tersebut diminum dengan cara diseduh air panas, terkadang dicampur jeruk nipis, madu, kuning telor, dan selanjutnya minum jamu sinom atau kunir asam sebagai penyegar rasa. - Khasiat, Bahan Baku, dan cara Pengolahan Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengkonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun demikian, dicoba digali kepada penjual dan pembuat jamu tentang khasiat yang dapat diperoleh dengan minum jamu gendong. Di samping itu, ditanyakan pula tentang bahan baku yang digunakan serta cara pembuatan/pengolahan.
Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Kunir Asam
Jamu Kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Sinom
Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.
Jamu Cabe Puyang
Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Pahitan
Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.
Khusus untuk jamu pahitan, ternyata tidak semua pembuat jamu mampu meracik sendiri bahan-bahannya. Enam orang mengatakan membeli racikan jamu pahitan dan pada umumnya dibeli di tempat asalnya, yaitu dari peracik jamu di Solo. Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.
Jamu Kunci Suruh
Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.
Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Kudu Laos
Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan. Bahan baku jamu kudu laos adalah buah mengkudu masak ditambah rimpang laos dan biasanya ditambahkan buah asam masak (asam kawak). Sedangkan bahan tambahan lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah merica, bawang putih, kedawung, jeruk nipis, bahkan ada yang menambahkan tape singkong. Sebagai pemanis digunakan gula merah dan gula putih, ditambahkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Uyup-uyup/Gepyokan
Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.
Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.
Pembahasan
Dalam pembuatan jamu gendong, tampaknya tidak ada perbedaan bahan baku pokok untuk setiap jenis jamu. Hal ini dapat terjadi mungkin karena pengetahuan resep jamu gendong yang mereka peroleh dari sumber yang berasal dari satu daerah yang sama. Cara perolehan pengetahuan dengan cara magang di pembuat jamu, yaitu dengan melihat atau membantu pekerjaan mereka membuat komposisi resep. Resep yang dibuat tidak sama antar pembuat jamu. Ketidaksamaan dimungkinkan karena cara mereka membuat jamu tanpa takaran standar, hanya dengan perkiraan sehingga terjadi perbedaan dalam setiap pembuatan jamu. Di samping itu, kadar kandungan zat berkhasiat yang berbeda-beda untuk setiap kali pembelian bahan baku akan mempengaruhi pula hasil olahan jamu.
Dalam penggunaan bahan baku sebagai bahan pokok tampaknya sesuai dengan khasiat yang dikenal. Seperti: kudu laos menggunakan buah kudu yang mempunyai khasiat sebagai penurun tekanan darah tinggi, beras kencur memberikan tambahan vitamin B dan kencur yang bermanfaat sebagai analgesik. Bahan-bahan yang digunakan berkhasiat antara lain untuk memperbaiki pencernaan makanan sehingga meningkatkan nafsu makan (temulawak, kunyit) serta menghilangkan nyeri dan pegal (jahe, kencur,puyang). Sedangkan daun-daunan yang digunakan seperti katuk, bermanfaat untuk meningkatkan air susu ibu. Manfaat dari tanaman obat tersebut memang dibutuhkan oleh ibu yang menyusui, yang biasanya dalam keadaan cukup letih dan lelah karena harus mengasuh bayinya. Namun, beberapa penjual memberikan tambahan bahan jamu yang khasiatnya tidak sesuai dengan nama jamu, misalnya menambahkan adas, buah kudu, pulosari dalam jamu cabe puyang, kencur dalam jamu kunci suruh, dll.
Pengolahan jamu secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama dengan merebus seluruh bahan dan kedua dengan cara mengambil/memeras sari yang terkandung dalam jamu, kemudian dituangkan ke dalam air matang. Cara-cara tersebut dilakukan mengikuti cara yang dilakukan pendahulunya yang dilakukan secara sederhana dan tradisional. Perbedaan yang ada kemungkinan hanya pada peralatan yang digunakan. Misalnya, dahulu lebih banyak menggunakan pipisan batu sekarang lebih disukai dengan ditumbuk bahkan ada yang menggunakan alat listrik (blender). Alat untuk merebus dahulu banyak menggunakan 'kendil' yang terbuat dari tanah liat kini berganti dengan panci email.
Di samping bahan pokok, terdapat variasi bahan baku yang merupakan bahan tambahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna, rasa, maupun khasiat. Variasi ini memberikan perbedaan rasa dan khasiat jamu yang menjadi andalan dari masing-masing pembuat jamu. Upaya tersebut mereka lakukan untuk memenuhi selera konsumen berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari dalam menjajakan jamu.
Sebagai pemanis rasa jamu, pada umumnya digunakan gula merah dan atau gula pasir, tetapi ada pula yang menambahkan gula obat (saccharin). Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan untuk menekan harga mengingat cukup mahalnya harga gula sedangkan untuk menaikkan harga jual jamu akan mempengaruhi kemampuan beli konsumen atau adanya keinginan dari pembuat jamu gendong agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Hasil penelitian menunjukkan tidak banyak perbedaan pengetahuan pada pembuat jamu tentang manfaat dari setiap jenis jamu. Hal ini menunjukkan keseragaman pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang berasal dari daerah yang sama, ditambah lagi rata-rata mereka hanya mendapat pengetahuan secara lisan tanpa berusaha untuk menambah pengetahuan dari sumber lain.
Kesimpulan dan Saran
Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa:
- Dikenal 8 jenis jamu gendong, yaitu beras kencur, kunir asam, sinom, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, dan uyup-uyup/gepyokan.
- Dalam pembuatan jamu gendong, tampaknya tidak ada perbedaan bahan baku pokok untuk setiap jenis jamu, hanya komposisi yang berbeda dan variasi dari bahan yang bersifat sebagai tambahan serta pada umumnya tidak menggunakan takaran standar.
- Terdapat kesamaan pengetahuan pada pembuat jamu tentang manfaat dari setiap jenis jamu.
- Pengolahan jamu dengan cara sederhana dan tradisional. Pengolahan jamu secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dengan merebus seluruh bahan atau dengan cara mengambil/memeras sari yang terkandung dalam jamu kemudian dicampur dengan air matang.
- Mengingat jamu gendong dikonsumsi secara luas oleh masyarakat, perlu peningkatan mutu. Untuk itu, disarankan agar dalam pembuatan jamu gendong menggunakan takaran standar, tidak hanya dengan perkiraan komposisi. Dengan perlakuan secara standar, akan menghasilkan jamu gendong terstandar pula sehingga jamu yang diedarkan kepada masyarakat mempunyai ciri khas untuk setiap penjual jamu, baik rasa maupun khasiat.
- Dyson, P.L., 1991. Penjaja jamu gendong (Studi kasus di Kotamadya Surabaya). Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.
- Indonesia, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, 1994. Kodifikasi Peraturan Perundang-undangan Obat Tradisional jilid I. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.
- Indonesia. Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat. Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat, 1997. Profil Pengobatan Tradisional di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
- Indonesia, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. 1996. Penyuluhan Jamu Gendong 1995. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.
- --------------, 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
- --------------, 1993. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (II). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
- --------------, 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (III). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
- Wijayakusuma,Hembing; Setiawan Dalimartha, AS Wirian, 1993. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid ke-1, 2. Jakarta: Pustaka Kartini.
- -------------, 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid ke-3. Jakarta: Pustaka Kartini.
- -------------, 1996. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid ke-4. Jakarta: Pustaka Kartini.
| Jamu Beras Kencur | ||
| No. | Khasiat | Bahan yang digunakan |
| 01. | Pegal/kelelahan | cabe, kencur, kunci, asam, kedawung, jahe, kapulogo, gula |
| 02. | Payah/pegal | beras, kencur, kedawung, jahe, asam kawak, gula |
| 03. | Pegal, nafsu makan | beras, kencur, gula, asam kawak |
| 04. | Meningkatkan nafsu makan | beras, jahe, asam, gula merah/putih, kedawung, kencur |
| 05. | Pegal, linu-linu | kencur, asam, kedawung, gula, jeruk nipis |
| 06. | Pegel linu | beras, kencur, kunci, ke dawung, gula, asam |
| 07. | Meningkatkan nafsu makan | beras, kencur, jahe, gula kunir, keningar, asam, kedawung, pandan, sereh, daun jeruk purut |
| 08. | Menambah nafsu makan, pegal-pegal | kencur, jahe, asam, gula merah, jeruk nipis, keda wung, keningar |
| 09. | Pegal, nafsu makan | beras, jahe, kencur, kapulogo, cengkeh, pala |
| 10. | Pegal-pegal | kencur, kedawung, gula merah, asam, jeruk nipis garam, jahe, beras (disangan) |
| Jamu Kunir Asam | ||
| No. | Khasiat | Bahan baku |
| 01. | Segar, adem-ademan | kunir, asam kawak, temulawak, gula |
| 02. | Untuk perut, adem-ademan | kunir (banyak), asam kawak, gula merah |
| 03. | Adem-ademan, sariawan | kunir, asam kawak, gula |
| 04. | Perut dingin | kunir, asam kawak, gula |
| 05. | Penyegar badan, sariawan | kunir, asam kawak, gula |
| 06. | Seger-segeran, sariawan | kunir, asam kawak, gula |
| 07. | Panas dalam | kunir, asam kawak, gula |
| 08. | Panas dalam | kunir, sinom, asam kawak, jeruk nipis, gula |
| 09. | Seger-segeran | kunir, asam kawak, jeruk nipis, gula merah |
| 10. | Adem-ademam, sariawan | kunir, kedawung, asam kawak, gula |
| 11. | Untuk melancarkan haid | kunir, asam kawak, gula merah gula obat |
| 12. | Perawatan hamil muda | kunir, asam kawak, gula merah menyuburkan kandungan |
| Jamu Sinom | ||
| No. | Khasiat | Bahan baku |
| 01. | Segar badan | kunir, asam kawak, gula |
| 02. | Sariawan | temulawak, kunir, sinom, asam kawak, jeruk nipis |
| 03. | Adem-ademan, sariawan | kunir, asam kawak, sinom, jeruk nipis |
| 04. | Seger-segeran | asam kawak, kunir |
| 05. | Minuman segar | kunir (sedikit), asam kawak, gula |
| 06. | Penyegar | kunir, asam kawak, gula, jeruk nipis |
| 07. | Seger-segeran, menyuburkan kandungan | sinom, kunir, asem, jeruk nipis |
| 08. | Adem-ademan, sariwan | kunir, asem, sinom, jeruk nipis, gula |
| 09. | Seger-segeran | sinom, jeruk nipis, gula merah/putih, kunir,asem |
| 10. | Untuk penyegar badan | kunir, gula merah, asem dan gula obat |
| 11. | Mendinginkan perut | kunir, asem, gula putih, obat gula |
| Jamu Cabe Puyang | ||
| No. | Khasiat | Bahan baku |
| 01. | Pegal di pinggang | cabe, puyang, kudu, adas, gula, asam kawak |
| 02. | Kaki mudah payah | cikalen cabe, puyang, gula, asam |
| 03. | Pegal, linu | cabe, puyang, asem, gula |
| 04. | Cikalen | cabe, puyang, jahe, merica, kunci |
| 05. | Pegal, linu | cabe, puyang, kedawung, gula, asam kawak |
| 06. | Kesemutan | cabe, puyang, gula, asam |
| 07. | Pegal, adem panas | cabe, puyang, kunir, temu ireng, temulawak |
| 08. | Pegal-pegal, ampas untuk 'bobok' | cabe, puyang, jahe, kunir, adas pulosari |
| 09. | Pegal-pegal | cabe, puyang, merica, gula merah/putih, empon-empon |
| 10. | Pegal-pegal | kedawung, keningar, cabe, puyang, kunir, jahe |
| 11. | Pegal-pegal, menyehatkan badan | cabe, kedawung, puyang gula merah, garam |
| 12. | Badan meriang | cabe, puyang, kunir, asem, jahe |
| 13. | Hamil tua, pegal-pegal | cabe, puyang, beras, kunir, gula merah |
| Jamu Pahitan | ||
| No. | Khasiat | Bahan baku |
| 01. | Gatal-gatal | pule, kedawung, widoro laut, sambiloto, adas |
| 02. | Gatal-gatal, kencing manis | sambiloto, pule, widoro putih |
| 03. | Kurang nafsu makan | racikan bungkusan (beli) |
| 04. | Gatal, kencing manis | sambiloto, empon-empon komplit** |
| 05. | Gatal-gatal, nafsu makan | sambiloto |
| 06. | Gatal-gatal, bau badan tidak enak | brotowali+sambiloto (ramuan jadi dari Solo) |
| 07. | Kembung, pegel | beli di Solo (ramuan) |
| 08. | Cuci darah | ramuan + imbo, sambiloto |
| 09. | Menurunkan kholesterol, cuci darah | sambiloto, brotowali |
| 10. | Bau badan, gatal-gatal | sambiloto |
| 11. | Gatal-gatal, perut sebah | sambiloto |
| 12. | Gatal-gatal | babakan pule, sambiloto brotowali (beli bahan bungkusan) |
| 13. | Kencing manis, gatal-gatal jerawat | sambiloto, brotowali, babakan pule |
| Jamu Kunci Suruh | ||
| No. | Khasiat | Bahan baku |
| 01. | Sari Rapat, keputihan | kunci, sirih, gula, asam kawak |
| 02. | Keputihan | kunci, sirih, gula, asam kawak |
| 03. | Mengencangkanperut, keputihan | kunci, sirih, kencur, jahe |
| 04. | Bau keringat, keputihan | kunci, sirih, gula, asam kawak |
| 05. | Galian rapet, keputihan, menghilangkan bau rahim, darah merah/putih | kunci, suruh, pinang, temulawak, delima, kencur |
| 06. | Bau badan, keputihan | kunci, suruh, jambe, kunci pepet, kayu legi, manis jangan, delima |
| 07. | Keputihan | suruh, kunci, gula, asam kawak |
| 08. | Keputihan | kunci, majakan, suruh, asam |
| 09. | Supaya keringat tidak berbau, keputihan | kunci, suruh, kunir |
| 10. | Keputihan, merapatkan rahim | kunci, suruh, gula merah, asam kawak |
| 11. | Keputihan, menghilangkan bau badan | kunci, suruh, beluntas |
| 12. | Keputihan, awet muda, menguatkan gigi | kunir, kunci, suruh, majakan, gula merah |
| Jamu Kudu Laos | ||
| No. | Khasiat | Bahan baku |
| 01. | Menurunkan tekanan darah | kudu, laos, gula, asam kawak |
| 02. | Menurunkan tekanan darah tinggi, melancarkan darah | kudu, laos, gula, asam kawak |
| 04. | Memperlancar peredaran darah | kudu, laos, gula, asam kawak |
| 05. | Menambah nafsu makan | kudu, merica/lada, laos, asam kawak, gula, kedawung |
| 06. | Supaya badan segar | laos, kudu, bawang putih, merica, gula, asam kawak |
| 07. | Enak perut, nafsu makan, terlambat bulan | laos, merica, kudu, asam kawak, gula merah |
| 08. | Menghangatkan badan | kudu, laos, gula merah, asam kawak, jeruk nipis |
| 09. | Menambah nafsu makan | kudu, laos, kedawung, asam kawak, gula merah, merica |
| 10. | Penambah nafsu makan, supaya badan hangat | kudu, laos, bawang putih, merico, tape singkong |
| Jamu Uyup-uyup/Gepyokan | ||||||||
| No. | Khasiat | Bahan baku | ||||||
| 01. | Melancarkan ASI | beluntas, temulawak, katu, asem, gula | ||||||
| 02. | Melancarkan ASI (air susu ibu) | empon-empon komplit**, beluntas, suruh,daun katu, gula, asem, jeruk nipis | ||||||
| 03. | Melancarkan ASI | beluntas, puyang, krokot, lampes, sinom, suruh, temulawak, gula, asem, jeruk nipis | ||||||
| 04. | Melancarkan ASI | empon-empon komplit**, beluntas, sembukan, jambu | ||||||
| 05. | Melancarkan ASI | katu, landep, suruh, lampes, empon-empon, gula, asem | ||||||
| 06. | Melancarkan ASI, menghilangkan bau badan (anak & ibu) | katu, temuireng, temula wak, kunir, kunci | ||||||
| 07. | Melancarkan ASI | daun-daunan beli di pasar, empon-empon komplit**, gula, asem | ||||||
| 08. | Melancarkan ASI | kunir, asam kawak, beluntas, simbukan, kedawung, gula merah | ||||||
| 09. | Melancarkan ASI | kunir, puyang, daun pepaya, temuireng, sembukan, beluntas, jambu, jarak | ||||||
| 10. | Melancarkan ASI, mendinginkan perut kawak | kunir, beluntas, beras, gula merah, asem | ||||||
| *No.: pembuat jamu **Empon komplit: kencur, jahe, bangle, temugiring, kunir, temulawak. | ||||||||
Jamu
Abstrak
Jamu gendong adalah fenomena yang sangat terkenal di Indonesia. Tetapi, dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Pada 1998, 20 penjual jamu gendong di Surabaya diwawancara dan diobservasi untuk memahami bagaimana mereka menyiapkan resep, menggunakan bahan baku, dan membuat jamu gendong.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjual jamu itu mempunyai pengetahuan yang serupa tentang penggunaan jamu gendong. Bahan-bahan yang digunakan juga mirip. Perbedaannya hanya pada penggunaan bahan tambahan.
Resep jamu gendong umumnya ada 8 macam, yaitu Beras Kencur, Kunyit Asem, Sinom, Cabe Puyang, Pahitan, Kunci Suruh, Kudu Laos, dan Uyup-uyup.
Ada dua cara dalam membuat jamu gendong. Pertama dengan merebus semua bahan. Kedua dengan memeras sari yang ada kemudian mencampurnya dengan air matang.
Abstract
Herbal Medicine "jamu gendong" is famous among Indonesian but only few documents about it are found. In 1998, 20 handlers including pedlar of "Jamu Gendong" in Surabaya Municipality were interviewed and observed to find out the recepies, raw materials, the usage and how to handle "jamu gendong".
The result showed that the handlers had similar knowledge about the usage of "jamu gendong". The primary raw material which composed the recepies were similar except for the ajuvant. They handled them simple and traditional. There are 8 kinds of recepies: beras kencur, kunir asam, sinom, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, and uyup-uyup/gepyokan. There are two technics on producing "jamu gendong" that are first, boiling all the herbs and second, squeeze the pounded herbs and than poured into boiled water. They did not use standart measurement (kilogram etc.), on the contrary they use handfuls, pieces to estimate the proportion of recepies.
Dikutip dari www.tempo.co.id
Jamu gendong adalah fenomena yang sangat terkenal di Indonesia. Tetapi, dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Pada 1998, 20 penjual jamu gendong di Surabaya diwawancara dan diobservasi untuk memahami bagaimana mereka menyiapkan resep, menggunakan bahan baku, dan membuat jamu gendong.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjual jamu itu mempunyai pengetahuan yang serupa tentang penggunaan jamu gendong. Bahan-bahan yang digunakan juga mirip. Perbedaannya hanya pada penggunaan bahan tambahan.
Resep jamu gendong umumnya ada 8 macam, yaitu Beras Kencur, Kunyit Asem, Sinom, Cabe Puyang, Pahitan, Kunci Suruh, Kudu Laos, dan Uyup-uyup.
Ada dua cara dalam membuat jamu gendong. Pertama dengan merebus semua bahan. Kedua dengan memeras sari yang ada kemudian mencampurnya dengan air matang.
Abstract
Herbal Medicine "jamu gendong" is famous among Indonesian but only few documents about it are found. In 1998, 20 handlers including pedlar of "Jamu Gendong" in Surabaya Municipality were interviewed and observed to find out the recepies, raw materials, the usage and how to handle "jamu gendong".
The result showed that the handlers had similar knowledge about the usage of "jamu gendong". The primary raw material which composed the recepies were similar except for the ajuvant. They handled them simple and traditional. There are 8 kinds of recepies: beras kencur, kunir asam, sinom, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, and uyup-uyup/gepyokan. There are two technics on producing "jamu gendong" that are first, boiling all the herbs and second, squeeze the pounded herbs and than poured into boiled water. They did not use standart measurement (kilogram etc.), on the contrary they use handfuls, pieces to estimate the proportion of recepies.
Dikutip dari www.tempo.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)
